5 Kotoran Paling Umum Dalam Metode Penghilangan & Bijih Tembaga
(4) Belerang (Timbal-Seng)
Karakteristik:
Belerang sering kali berasosiasi dengan timbal (PbS) dan seng (ZnS), terutama pada bijih tembaga tipe sulfida (seperti kalkopirit CuFeS₂), yang kandungannya dapat mencapai hingga 30%. Oleh karena itu, ini merupakan pengotor logam berbahaya yang paling umum ditemukan dalam konsentrat tembaga.
Dampak:
Selama tahap peleburan, sejumlah besar gas SO₂ yang dihasilkan oleh dekomposisi sulfida memerlukan pembangunan sistem pengolahan gas buang yang mahal. Bijih tembaga yang belum mengalami desulfurisasi dapat menyebabkan penumpukan terak di dinding tungku, mengganggu efisiensi produksi tembaga elektrolitik saat ini, dan pada akhirnya mengurangi kapasitas produksi. Selain itu, ion seng meningkatkan viskositas elektrolit, sehingga meningkatkan konsumsi daya.
Penghapusan Proses Belerang dalam Bijih Tembaga: Flotasi pilihan (penekanan tembaga dan flotasi belerang), dikombinasikan dengan desulfurisasi pemanggangan atau bioleaching.
