Zambia Mendorong Ekspansi Tembaga dan Uranium di Tengah Kampanye Pemilu

Sumber gambar:
Kampanye pemilu Zambia berlangsung bersamaan dengan perluasan sektor pertambangan di negara tersebut, dengan proyek-proyek tembaga dan uranium yang menarik investasi internasional baru.
Presiden Hakainde Hichilema akan mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua pada bulan Agustus setelah menjadikan pengembangan pertambangan sebagai fokus utama kebijakan pemerintah sejak menjabat pada tahun 2021. Pemerintahannya telah memprioritaskan kegiatan eksplorasi, investasi asing, dan produksi mineral yang lebih tinggi seiring upaya Zambia untuk memperkuat pendapatan negara dan mengurangi tekanan utang.
Produksi tembaga nasional saat ini mencapai sekitar 640.000 ton per tahun dari operasi besar, termasuk Lumwana, Kansanshi, dan Sentinel. Pemerintah ingin produksinya mencapai 3 Mtpa pada awal dekade berikutnya, sebuah angka yang akan menjadikan Zambia sebagai produsen tembaga papan atas di dunia.
Proyek Mingomba Menarik Perhatian Global
Salah satu perkembangan terbesar yang berkontribusi terhadap target tersebut adalah proyek tembaga Mingomba yang dikembangkan oleh KoBold Metals.
Proyek senilai US$2,2 miliar ini diperkirakan akan menghasilkan sekitar 300.000 ton tembaga per tahun setelah beroperasi. Belanja konstruksi dan pengembangan tahun ini saja diperkirakan mencapai US$600 juta.
Dukungan finansial untuk proyek ini telah menarik perhatian di sektor pertambangan, dengan investor termasuk Bill Gates, Jeff Bezos, dan Sam Altman.
Grup BHP Menilai Peluang di Zambia
Ambisi tembaga Zambia juga menarik minat para penambang global yang sudah mapan.
Grup BHP sedang mengkaji peluang eksplorasi di negara tersebut meskipun saat ini tidak memiliki aset berproduksi di sana. Meningkatnya perhatian dari perusahaan-perusahaan internasional bertepatan dengan peningkatan peringkat Zambia dalam survei tahunan daya tarik investasi yurisdiksi pertambangan oleh Fraser Institute, yang naik dari peringkat ke-28 pada tahun 2024 menjadi peringkat ke-25 pada tahun 2025, dari 68 yurisdiksi.
Negara ini juga tetap penting secara strategis bagi Amerika Serikat melalui proyek Koridor Lobito, yang bertujuan untuk mengangkut mineral penting ke pantai Atlantik melalui Angola. Pada saat yang sama, investasi dan pembiayaan Tiongkok terus memainkan peran utama di sektor pertambangan dan perekonomian Zambia secara keseluruhan.
Eksplorasi Uranium Mendapat Momentum
Seiring dengan pertumbuhan tembaga, aktivitas eksplorasi uranium semakin cepat.
Atomic Eagle sedang memajukan proyek uranium Muntanga di dekat perbatasan Zambia dengan Zimbabwe setelah akuisisi GoviEx Uranium.
Muntanga memiliki sumber daya terukur dan terindikasi sebesar 50,4 Mt dengan kadar 359 ppm U3O8, untuk 40 Mlb uranium oksida. Proyek ini juga mengandung sumber daya tereka sebesar 12,8 Mt pada 263 ppm U3O8 sebesar 7,4 Mlb.
Target eksplorasi tambahan pada rentang kepemilikan yang lebih luas mulai dari 40 Mlb hingga lebih dari 100 Mlb uranium oksida.
Survei Nasional Mendukung Eksplorasi
Pemerintah Zambia telah meluncurkan survei geofisika udara di seluruh negeri yang dirancang untuk meningkatkan cakupan data geologi bagi para penjelajah dan perusahaan pertambangan.
Program ini mencakup survei aeromagnetik dan radiometrik. Data radiometrik sangat berguna untuk eksplorasi uranium karena mengukur tanda-tanda radioaktif alami yang dapat menunjukkan zona mineralisasi.
Bagi perusahaan yang beroperasi di sektor uranium Zambia, survei ini dapat membantu mengidentifikasi lahan prospektif tambahan di luar wilayah proyek yang ada.
Studi Ekspansi Sedang Berlangsung di Muntanga
Atomic Eagle sedang melakukan kampanye pengeboran sepanjang 30.000 meter untuk meningkatkan skala Muntanga dan mendukung operasi penambangan yang lebih besar.
Pekerjaan kelayakan sebelumnya menguraikan produksi tahunan sekitar 2,2 juta pon uranium. Perusahaan kini sedang mengkaji skenario pengembangan dalam kisaran 4-5 Mlbpa.
Studi teknis yang diselesaikan di bawah kepemilikan sebelumnya melaporkan perolehan uranium melebihi 90% melalui pemrosesan tumpukan-pelindian. Konsumsi asam sulfat yang rendah dan nisbah kupas yang baik juga diidentifikasi sebagai keuntungan bagi biaya operasional di masa depan.
Pertumbuhan Nuklir Memperkuat Perkiraan Permintaan Uranium
Perkiraan permintaan uranium global terus menguat seiring dengan peningkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga nuklir di berbagai negara.
Lebih dari 75 reaktor nuklir saat ini sedang dibangun di seluruh dunia, dan sekitar 120 reaktor lagi direncanakan. Pasar sedang memasuki periode di mana permintaan reaktor baru diperkirakan melebihi pasokan uranium yang tersedia.
Ketika persaingan untuk mendapatkan pasokan uranium di masa depan semakin ketat, Zambia siap menarik pendanaan dan mengalihkan minat dari kelompok Barat dan Tiongkok yang mencari akses jangka panjang terhadap produksi baru.

