First Unloading Biomassa di PLTU Tanjung Awar Awar •
First unloading biomassa sawdust untuk PLTU Tanjung Awar Awar di Tuban, Jawa Timur, Minggu (9/7). Biomassa ini dibawa dengan tongkang dari Bulukumba, Sulawesi Selatan.
Tuban, – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) komitmen untuk menjamin pasokan biomassa ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PLN Group dalam menjalani program co-firing. Sumber biomassa pun tidak hanya dari daerah dekat PLTU, namun juga dari daerah yang cukup jauh.
Salah satunya dari Bulukumba, Sulawesi Selatan, untuk PLTU di Tuban, Jawa Timur. Bekerjasama dengan perusahaan biomassa asal Sulawesi Selatan, PT Bakti Energi Sejahtera (BEST YPK), PLN EPI melakukan first unloading biomassa sawdust untuk PLTU Tanjung Awar Awar Tuban, Minggu (9/7).
Sebanyak 5.600 metrik ton biomassa dari sawdust telah sandar di jeti PLTU Tanjung Awar Awar yang dioperasikan oleh PT PLN Nusantara Power. Pasokan biomassa ini merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan biomassa PLTU Tanjung Awar Awar sebesar 49,7 ribu ton.
“Pengapalan pertama ini menjadi wujud komitmen PLN EPI dalam menjamin pasokan biomassa ke PLTU PLN Group. Pasokan biomassa berasal dari Sulawesi Selatan ini menunjukan bahwa rantai pasok biomassa berada di seluruh jaringan di Indonesia dan siap memenuhi kebutuhan biomassa di seluruh PLTU PLN Group,” ujar Direktur Utama PLN EPI, Iwan Agung Firstantara.
Menurut Iwan, PLN EPI bertugas untuk memastikan pasokan energi primer ke pembangkit berjalan baik. PLN EPI menjaga rantai pasok sumber biomassa di seluruh daerah. Tak hanya mengembangkan potensi biomassa yang dekat dari PLTU saja, namun pengembangan biomassa juga dilakukan dari lumbung pengembangan biomassa lainnya.
“Sebelumnya, pengiriman biomassa ke unit-unit PLTU hanya menggunakan moda transportasi darat. Ini adalah pengapalan perdana sehingga pengiriman melalui jalur laut adalah sebuah keniscayaan karena kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan,” ungkapnya.
Iwan menjelaskan pengangkutan biomass dengan tongkang mengintegrasikan ekonomi kerakyatan antar pulau. Disamping itu, sumber biomassa berupa limbah perkebunan dan kehutanan tersedia berlimpah di pulau-pulau besar di Indonesia untuk kemudian disebar dalam rangka memenuhi kebutuhan co-firing untuk 52 PLTU PLN.
Pemanfaatan biomassa yang berasal dari limbah pengolahan kayu ini juga memberikan manfaat lebih pada masyarakat secara ekonomi. Barang yang sebelumnya merupakan limbah, kini bisa terserap sepenuhnya dengan adanya program co-firing PLN.
“Dengan skema tersebut, PLTU PLN akan menciptakan ekonomi kerakyatan bagi masyarakat di sekitar PLTU maupun masyarakat di titik sumber biomassa,” ucapnya.
Direktur Biomassa PLN EPI, Antonius Aris Sudjatmiko, merinci biomassa dari BEST YPK ini merupakan biomassa jenis sawdust. Biomassa ini diberangkatkan dari Pelabuhan Bulukumba Sulawesi Selatan, Senin (3/7). Tongkang tersebut mengangkut 5.600 ton biomassa dan berlayar selama 5 hari hingga akhirnya tiba di PLTU Tanjung Awar-awar Tuban, Minggu (9/7).
“Pengangkutan sawdust menggunakan jalur laut merupakan terobosan penting bagi penyediaan biomassa untuk PLTU. Hal itu dikarenakan kebutuhan biomassa untuk sebuah PLTU belum tentu bisa dipenuhi hanya dari wilayah sekitarnya. Oleh karena itu diperlukan inovasi agar sumber green energy di tiap PLTU terpenuhi,” ujar Anton.
Sepanjang Semester I-2023, PLN EPI sudah memasok biomassa sebesar 405.000 ton. Angka tersebut naik drastis dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana hingga Juni 2022, pencapaian pasokan biomassa sebanyak 255.270 ton.
Tahun ini, total pasokan biomassa ditargetkan sebesar 1,08 jutan ton. Oleh karena itu, PLN EPI bertekad melakukan yang terbaik untuk mencapai target pasokan tahun 2023 ini.
