Kolaborasi PLN-Startup Kembangkan Bisnis di Luar Kelistrikan •

Seorang pegawai startup Imajin sedang membuat desain parts untuk mesin. Imajin, adalah startup yang bergerak dalam industri manufaktur mulai pembuatan molds, dies, parts hingga penyewaan mesin CNC (Computer Numerical Control).

Jakarta, – Jajaki potensi bisnis di luar kelistrikan (Beyond kWh), PLN Grup menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan enam startup Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai langkah progresif untuk menciptakan ekosistem bisnis yang berkesinambungan lewat program Connext Powered by PLN.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PLN senantiasa membuka diri untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pengembangan bisnis.

“Melalui program Connext, kami menyampaikan dukungan penuh kepada startup terpilih yang akan belajar dan bergabung dengan ekosistem PLN. Ini merupakan bentuk kolaborasi PLN dengan startup yang bertujuan mengubah tantangan global terkait disrupsi teknologi menjadi peluang,” ujar Darmawan, Rabu (2/8).

Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo, menjelaskan bahwa melalui entitas usahanya yaitu PT PLN Icon Plus, PT Haleyora Power dan PT Energy Management Indonesia (EMI) akan terus mendorong utilisasi aset secara maksimal hingga di luar kelistrikan.

“Kami bersama enam startup pilihan akan memaksimalkan aset untuk pengembangan teknologi digital, internet, hingga cold chain management,” ungkap Hartanto.

PLN Icon Plus berkolaborasi dengan Fresh Factory dari industri cold chain, Nodeflux dari industri computer vision, Amoda dari industri commercial space management, dan Kanggo dari industri home services.

EMI berkolaborasi dengan Rekosistem dari industri waste to energy untuk pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar campuran di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Selanjutnya, Haleyora Power berkolaborasi dengan Imajin dari industri manufaktur on demand.

”Kolaborasi ini sebagai bentuk adaptasi perusahaan terhadap kemajuan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat saat ini yang serba digital dan ringkas. Tak ketinggalan, semua proses bisnis yang dilakukan PLN juga mengusung keberlanjutan di bidang lingkungan dan sosial dengan keterlibatan aktif masyarakat,” jelas Hartanto.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh jajaran Manajemen Atas PLN, Direksi Subholding dan Anak Usaha PLN dengan Founder atau Co-founder startup terpilih di PLN Kantor Pusat, Jakarta, Selasa lalu (25/7).