Terdepan dalam Transisi Energi, MedcoEnergi Lakukan Ini •
Capital Market Manager MedcoEnergi, Ridho Wahyudi, saat memaparkan Capaian dan Strategi MedcoEnergi 2023-2024 di booth MedcoEnergi IPA Convex 2024, Selasa (14/5).
Tangerang, – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) berkomitmen untuk tetap menjadi perusahaan terdepan dalam transisi energi di Indonesia. Minyak dan gas (migas) masih memiliki peran penting di era transisi ini termasuk bagi industri strategis seperti petrokimia dan pembangkit listrik, terutama di Asia Tenggara.
“Oleh karena itu, MedcoEnergi terus mengembangkan sektor Migas, Ketenagalistrikan, serta Pertambangan Tembaga dan Emas dengan fokus pada strategi peningkatan ESG sebagai komitmen Perseroan dalam membangun bisnis dengan pertumbuhan berkelanjutan melalui efisiensi, pengurangan emisi, dan pengembangan portofolio gas sebagai bahan bakar transisi,” ungkap Capital Market Manager MedcoEnergi, Ridho Wahyudi, Pada Ajang the 48th Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition 2024 di ICE BSD City, Selasa (14/5).
Di sektor migas, menurut Ridho, MedcoEnergi berhasil memperluas cakrawalanya dengan mengakuisisi aset yang kompleks dan memiliki margin produksi tinggi. Aksi korporasi ini juga telah memberikan nilai tambah dan reserves life melalui efisiensi operasi, pengembangan cepat, dan eksplorasi berisiko rendah.
“Akuisisi 20 persen hak partisipasi di Blok 60 dan 48 Oman pada Desember 2023 lalu telah membuka potensi sentra baru untuk produksi berbiaya rendah, dan sekaligus meningkatkan produksi,” paparnya.
Tentunya, aksi korporasi tersebut bakalan ikut meningkatkan kinerja produksi migas perusahaan energi nasional ini. Apalagi, produksi migas MedcoEnergi pada tahun 2023 mencapai 160 ribu barel ekuivalen minyak per hari (mboepd), atau sesuai dengan panduan perusahaan yang didukung oleh produksi dalam negeri.
“Aset terbesar migas MedcoEnergi, yakni Blok Corridor di Sumatera Selatan, pada tahun 2023 berproduksi 74,4 mboepd,” ungkap Ridho.
Sementara di sektor Ketenagalistrikan, strategi MedcoEnergi melalui PT Medco Power Indonesia (MPI) kian memperluas portofolio Independen Power Plant (IPP) berbasis gas dan energi terbarukan untuk mendukung transisi energi.
Pada tahun 2023, ujar Ridho, MPI membuat keputusan investasi final untuk proyek PLTS Bali Timur dengan kapasitas terpasang 25 MWp dan proyek combined cycle add-on 39 MW di PLTGU Energi Listrik Batam.
Pengembangan geothermal juga mengalami kemajuan signifikan di tahun2023 lalu. Konstruksi PLTP tahap pertama di Ijen, Jawa Timur, dengan kapasitas 34 MW sudah selesai hingga 60 persen pada Maret 2023 lalu.
Setelah sukses IPO PT Amman Mineral Internasional Tbk, yang merupakan yang terbesar di Indonesia pada 2023,
Lebih lanjut, Ridho menguraikan strategi di sektor Pertambangan Tembaga dan Emas adalah fokus pada perluasan fasilitas dan infrastruktur kelas dunia. Upaya ini didorong oleh kesuksesan IPO PT Amman Mineral Internasional Tbk, yang merupakan yang terbesar di Indonesia pada tahun 2023.
“Tentunya, langkah ini dilakukan dengan tetap mematuhi komitmen keberlanjutan. Nilai investasi di sektor pertambangan tembaga terlihat akan terus meningkat, mengingat tren dunia saat ini menuju transisi energi melalui elektrifikasi, di mana tembaga merupakan unsur yang sangat penting,” jelasnya.
Sementara dalam bidang keberlanjutan atau ESG, MedcoEnergi berpedoman pada visi dan kebijakan perusahaan, yang mencakup Strategi Keberlanjutan, Perubahan Iklim dan Transisi Energi.
“Pencapaian Perseroan telah mendapatkan pengakuan positif dari lembaga pemeringkat ESG Internasional. Pada 2023, skor Sustainalytics untuk risiko ESG kembali membaik menjadi 29,6 (risiko sedang) dari 36,7 (risiko tinggi). Perseroan juga mempertahankan peringkat A untuk ESG dari MSCI dan peringkat B dari CDP,” ungkap Ridho mengakhiri paparannya.
