Industri Indonesia Tampil di Power Uzbekistan 2024 •

Pada penutupan pameran Power Uzbekistan 2024, ITECA Exhibitions sebagai penyelenggara memberikan penghargaan Paviliun Indonesia dengan kategori Best Corporate Design.

Jakarta, – Tujuh perusahaan di bidang industri elektronika dan telematika, industri pipa minyak dan gas bumi, industri alat ukur,  serta kawasan industri tampil di The 17th International Exhibition Energy, Energy Saving, Nuclear Energy, Alternative Energy Sources atau Power Uzbekistan 2024 di Tashkent, Uzbekistan. Kehadiran mereka di event internasional itu difasilitasi Kementerian Perindustrian, yang berlangsung sejak 14-18 Mei 2024.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika (IET) Kemenperin, Priyadi Arie Nugroho, menjelaskan bahwa Power Uzbekistan 2024 merupakan acara tahunan terbesar bagi para profesional di industri energi. Perusahaan Indonesia yang terlibat adalah PT Indonesia Pomalaa Industry Park, PT Sharp Electronics Indonesia, PT Communication Cable Systems Indonesia, PT Sinar Baja Elektrik, Bandung Techno Park, PT Rainbow Tubulars Manufacture, dan PT 3S International.

“Tahun ini, pameran dihadiri 400 pelaku usaha dari 34 negara, dengan target lebih dari 15.000 pengunjung,” ujar Priyadi dalam keterangannya yang diterima PETROMINER, Sabtu (18/5).

Dalam gelaran Power Uzbekistan 2024 ini, Kemenperin dan KBRI Tashkent bekerja sama membangun Paviliun Indonesia untuk menampilkan kemampuan tujuh pelaku usaha Indonesia dari berbagai sektor, antara lain industri elektronika dan telematika, industri pipa minyak dan gas bumi, industri alat ukur, serta kawasan industri.

Pada penutupan acara, ITECA Exhibitions sebagai penyelenggara memberikan penghargaan Paviliun Indonesia dengan kategori Best Corporate Design mengalahkan paviliun perwakilan negara dan industri lain.

Kementerian Perindustrian membuka peluang bagi para pelaku industri dalam negeri untuk memperluas pasar ekspornya, terutama ke negara-negara nontradisonal. Strategi yang dilaksanakan di antaranya adalah memfasilitasi keikutsertaan pada pameran tingkat internasional seperti Power Uzbekistan 2024.

Priyadi menegaskan, Kemenperin memandang penting pameran Power Uzbekistan 2024 sebagai kesempatan besar memperluas akses pasar produk elektronika dan telematika Indonesia ke wilayah Asia Tengah, karena Uzbekistan sedang menyiapkan diri menjadi hub di kawasan tersebut.

Sementara Duta Besar RI di Tashkent, Sunaryo Kartadinata, mengemukakan Uzbekistan memiliki potensi sumber daya energi terbarukan yang cukup tinggi. Negara ini telah menetapkan target untuk menyuplai 25 persen terhadap kebutuhan energinya dari sumber daya terbarukan pada tahun 2030.

“Uzbekistan menjadi mitra penting bagi Indonesia dan ini saat yang tepat bagi kedua negara juga untuk memperkuat relasi di sektor energi,” ujar Sunaryo.

Forum Bisnis

Di Power Uzbekistan 2024, Kemenperin juga menggelar forum bisnis untuk membuka peluang kerja sama bisnis yang komprehensif antara pelaku industri Indonesia dengan Uzbekistan. Kegiatan strategis ini menjadi ajang fasilitasi untuk memperluas jaringan antar perusahaan, sekaligus menampilkan potensi Indonesia.

“Pemerintah Indonesia sedang berupaya melakukan penjajakan kerja sama perdagangan internasional dengan beberapa negara, khususnya yang berada di wilayah Asia Tengah dan Eurasia,” jelas Priyadi.

Uzbekistan dengan jumlah penduduk lebih dari 35 juta orang dinilai memiliki peran penting dalam lingkup kawasan Asia Tengah dan Eurasia dalam perluasan kerja sama industri dan perdagangan dengan Indonesia.

Pada kesempatan ini, Direktur IET Kemenperin menyampaikan keynote speech, sementara sambutan dari pihak Uzbekistan disampaikan oleh Elmuratov Oybek selaku Deputi Direktur Badan Investasi dan Promosi di Bawah Kementerian Investasi dan Perdagangan Luar Republik Uzbekistan.

Berikutnya, perwakilan dari Departemen Penarikan Investasi Asing, Kamar Dagang dan Industri Republik Uzbekistan, Khasanov Sobir, serta perwakilan pelaku usaha Uzbekistan dari berbagai sektor baik industri maupun perdagangan.