PLTS Terapung Cirata Dikembangkan Hingga 500 MWac •

PLTS Terapung Cirata 192 MWp, yang baru memanfaatkan 4 persen dari luasan waduk.

Bali, – PT PLN (Persero) melalui subholding PLN Nusantara Power (PLN NP) akan mengkaji potensi peningkatkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata hingga tiga kali lipat lebih, atau mencapai 500 Megawatt Alternating Current (MWAc). Program ini dilakukan dengan menggandeng Masdar, perusahaan energi asal Uni Emirat Arab (UEA).

Proyek kajian pengembangan tersebut dituangkan dalam Joint Development Study Agreement (JDSA), yang ditandatangani PLN NP dan Masdar di sela-sela acara Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (KTT WWF) ke-10 tahun 2024 beberapa waktu lalu. Prosesi penandatangan kontrak disaksikan langsung oleh Menteri Energi dan Infrastruktur UEA, Suhail Mohamed Al Mazrouei, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah, menyampaikan bahwa JDSA ini akan berperan penting dalam upaya pengembangan EBT di Indonesia. Khususnya PLTS Terapung Cirata yang punya potensi besar untuk dikembangkan. Mengingat saat ini baru 4 persen dari maksimal 20 persen luas permukaan danau Cirata yang bisa dimanfaatkan.

“PLN Nusantara Power bekerja sama dengan Masdar telah berhasil membangun dan mengoperasikan PLTS terapung terbesar ketiga di dunia. Saat ini, kami mengambil langkah strategis dengan membentuk kajian meningkatkan kapasitas PLTS Terapung Cirata sebagai komitmen dalam mewujudkan energi bersih dan Net Zero Emissions,” ungkap Ruly, Selasa (28/5).

Dia menyebutkan bahwa kolaborasi PLN-Masdar sebelumnya telah sukses membangun PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 Megawatt peak (MWp) dan menjadi PLTS apung terbesar di Asia Tenggara.

Diresmikan November 2023, PLTS Terapung Cirata merupakan buah kerja sama investasi anak perusahaan PLN NP, PLN Nusantara Renewables (PLN NR) dengan Masdar. Dalam proyek ini kepemilikan saham PLN NR sebesar 51 persen dan 49 persen dimiliki Masdar.

“Pembangkit ramah lingkungan ini mampu memproduksi energi bersih sebesar 245 gigawatt hour (GWh) per tahun, melistriki lebih dari 50 ribu rumah serta mereduksi 214 ribu ton CO2 per tahun,” ujar Ruly.

Dalam kesempatan sebelumnya, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan pihaknya mendukung penuh langkah PLN NP selaku salah satu subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara untuk terus mengakselerasi agenda transisi energi di tanah air. Salah satunya dengan meningkatkan bauran energi baru terbarukan (EBT) di lingkungan pembangkitan PLN Group.

“Untuk mendukung transisi energi menuju Net Zero Emissions, PLN telah menjalankan strategi Accelerated Renewable Energy Development (ARED) dengan target penambahan kapasitas pembangkit sebesar 75 persen akan berbasis EBT dan 25 persen sisanya berbasis pada gas,” ujar Darmawan.

Chief Executive Officer (CEO) Masdar, Mohamed Jameel Al Ramahi, mengaku bangga dapat meneruskan kolaborasi pengembangan EBT di Indonesia bersama PLN. Masdar berharap JDSA kali ini dapat meningkatkan kapasitas PLTS Terapung Cirata secara signifikan.

“UEA berkomitmen untuk memajukan sektor energi Indonesia yang berfokus pada energi terbarukan. Sejalan dengan Konsensus UEA yang dicapai pada COP28, Masdar berdedikasi untuk menjalin kemitraan yang membuka solusi transformatif untuk akses energi bersih,” ujar Jameel Al Ramahi.