Hashim Djojohadikusumo Ambil Bagian Proyek PLTA Kayan •

Hashim Djojohadikusumo (kanan) saat meninjau langsung lokasi pembangunan PLTA Kayan Cascade di Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Jum’at (31/5).

Bulungan, – Pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo mengatakan akan ambil bagian dalam pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan Cascade di Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Pembangkit listrik berbasis energi terbarukan dengan kapasitas 9.000 megawatt (MW) ini bakal tercatat sebagai PLTA terbesar se-Asia Tenggara.

“Jadi dari dulu saya selalu mendukung proyek-proyek yang dirasa sangat bermanfaat bagi pembangunan nasional. Sehingga semua proyek yang dirasa bakal memberikan manfaat besar itu harus didukung. Dan saya selalu mendukung. Dari dulu saya selalu mendukung. Jadi proyek-proyek yang besar manfaatnya seperti PLTA Kayan Cascade ini jangan sampai ada halangan atau rintangan,” ungkap Hashim, Jum’at (31/5).

Dia menjelaskan, proyek PLTA ini akan dibangun di atas Sungai Kayan,  Kalimantan Utara. Terdiri dari 5 cascade, di mana selain menghasilkan listrik, PLTA ini nantinya akan. memberikan banyak benefit bagi lingkungan dan sekitarnya, seperti pertanian, perkebunan, kehutanan, irigasi dan pariwisata.

“Saat ini, kami juga mempunyai proyek serupa di Kalimantan Timur. Proyeknya sama. Merupakan proyek energi terbarukan. Intinya kalau menyangkut Energi Baru Terbarukan saya selalu tertarik,” tegas Hashim.

Menurutnya, owner atau pemilik PT Kayan Hydro Energy (KHE), Tjandra Limanjaya, adalah kawan lamanya. Bahkan sudah bersahabat dengan Tjandra sejak 10 tahun lalu.

“Bahkan Pak Tjandra sudah berteman dengan kakak saya sejak 30 tahun lalu,” ujar Hashim.

Dengan Sumitomo Selesai

Dalam kesempatan yang sama, Executive Committee  KHE, Steven Kho, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyelesaikan kerja sama dengan Sumitomo Corporation dalam pembiayaan pembangunan PLTA Kayan Cascade. Kerja sama ini diakhiri karena sudah tidak ada lagi kesamaan visi dan misi.

“Per kuartal I-2024 sudah diakhiri (kerja samanya). Ada perbedaan pandangan komersial yang tidak ketemu,” tegas Steven.

Namun dia tak dapat mengungkapkan secara terperinci apa yang dimaksud perbedaan komersial yang dimaksud sehingga kerja sama berakhir. Sebab, itu informasi rahasia di antara kedua belah pihak.

Executive Manager Sumitomo, Kenichi Ishikawa, juga membenarkan bahwa kerja sama Sumitomo dengan KHE telah berakhir. Namun, dia tak menampik bahwa pihaknya akan tetap berdiskusi dengan KHE untuk proyek ke depan yang mungkin bisa dikerjasamakan.

“Kami akan tetap berdiskusi untuk kerja sama ke depannya,” imbuhnya.