HKI Gandeng ESI Manfaatkan Energi Terbarukan untuk Tambah Daya Saing •

Direktur ESI, Harry Radcliffe (ketiga dari kanan), dan Ketua Umum HKI Sanny Iskandar (kedua dari kanan), usai menandatangani MoU dalam Rakernas XXIV HKI, Kamis (25/7).

Semarang, – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) bermitra dengan PT Emerging Solar Indonesia (ESI) memperkenalkan konsep Energy Community, yakni sebuah inovasi pemanfaatan energi surya berdasarkan praktik global untuk diintegrasikan di wilayah usaha anggotanya. Kerja sama ini dituangkan dalam sebuah Nota Kesepahaman (MoU) antara kedua pihak.

Ketua Umum HKI, Sanny Iskandar, menjelaskan kolaborasi ini bertujuan membawa praktik dan teknologi canggih ESI yang telah terbukti secara global ke tanah air untuk mendorong penggunaan energi hijau. Pemanfaatan teknologi ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing industri Indonesia.

“Kolaborasi dengan ESI akan membawa perubahan besar bagi sektor industri di Indonesia,” ungkap Sanny usai menandatangani MoU tersebut dalam acara Rakernas XXIV HKI, Kamis (25/7).

Menurutnya, dengan memadukan kompetensi ESI dengan sumber daya dan keahlian HKI, pihaknya dapat menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi sektor industri Indonesia. Langkah ini sekaligus mendukung ambisi pemerintah untuk mencapai net zero emission melalui pemanfaatan energi terbarukan secara maksimal.

Lebih lanjut, Sanny memaparkan bahwa sektor industri di Indonesia, yang menghasilkan 238,05 juta ton CO2e pada tahun 2022 masih menghadapi tantangan untuk mencapai target net zero emission. Tantangan-tantangan tersebut termasuk keterbatasan teknologi, keahlian khusus, dan sumber daya.

“Hal inilah yang mendorong HKI untuk bermitra dengan ESI,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur ESI, Harry Radcliffe, menyampaikan antusiasnya karena kemitraan ini akan membuka peluang bagi para anggota HKI untuk mendapatkan akses energi terbarukan demi masa depan yang lebih berkelanjutan. Industri tidak hanya akan mendapatkan manfaat dari pengurangan jejak karbon saja, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing investasi.

Melalui kemitraan ini, ungkap Harry, ESI berkomitmen untuk mendukung agenda pemerintah dalam meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Salah satu inisiatif utamanya adalah pengenalan konsep Energy Community, sebuah skema energy-sharing yang sudah berhasil diimplementasikan oleh perusahaan induk ESI, Greenvolt Group, di Portugal.

“Skema inovatif ini memungkinkan perusahaan-perusahaan dalam sebuah area Wilayah Usaha (Wilus) untuk mendapat manfaat dari hasil energy-sharing sumber energi terbarukan yang lebih terintegrasi,” jelasnya.

Penguatan daya saing sektor industri Indonesia melalui operasi yang lebih berkelanjutan sejalan dengan tujuan pemerintah. Kawasan industri harus segera bertransformasi menuju kawasan industri generasi ke-4 yang memadukan konsep pemanfaatan teknologi berwawasan lingkungan.