Demi Kesuksesan Proyek, Divisi SCM Terus Berevolusi •
(Kiri ke Kanan) Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro; Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko; Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai SKK Migas sekaligus Ketua Umum SC & NC Summiy 2024, Eka Bhayu Setta; dan VP SCM Regional 2 PT Pertamina EP sekaligus Wakil Ketua Umum SC & NC Summit 2024, Bayu Kusuma Tri Aryanto. (Pris/)
Jakarta, – SKK Migas menyatakan tantangan yang dihadapi industri hulu minyak dan gas bumi (migas) semakin kompleks. Ke depan, ada sejumlah pekerjaan besar yang akan berjalan dalam waktu yang bersamaan. Pekerjaan tersebut termasuk proyek strategis nasional (PSN) hulu migas yang ditargetkan mulai produksi tahun 2027 hingga 2030 mendatang.
Menyikapi hal itu, menurut Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Rudi Satwiko, SKK Migas telah memiliki Long Term Plan (LTP) yang bisa jadi acuan badan usaha penyedia barang dan jasa mempersiapkan diri guna terlibat dengan berbagai proyek tersebut. Sementara para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) diminta lebih aktif lagi, terutama divisi Supply Chain Management (SCM), dalam menghadapinya.
“Melalui penguatan rantai suplai yang efisien dan terintegrasi, SKK Migas memastikan proyek strategis hulu migas berjalan sesuai jadwal, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi energi nasional,” ungkap Rudi kepada media di sela-sela penyelenggaraan hari kedua Supply Chain & National Capacity (SC&NC) Summit 2024, Kamis (15/8).
Dia menegaskan bahwa syarat utama dalam pengadaan adalah Quality, Delivery and Cost (QDC). Ketiga komponen itu harus sesuai dengan perhitungan keekonomian proyek. Jika salah satu tidak sesuai akan langsung berpengaruh terhadap keekonomian proyek.
“Ini yang jadi tantangan bagi KKKS untuk diselaraskan,” ujar Rudi.
Hal senada disampaikan VP SCM Regional 2 Pertamina EP, Bayu Kusuma Tri Aryanto. Dia menjelaskan bahwa untuk bisa menjalankan prinsip QDC, maka divisi SCM atau pengadaan di setiap KKKS terus berevolusi.
Saat ini, menurut Bayu, SCM sudah bisa ikut dalam pembahasan program kerja di awal. Dengan begitu, mereka tidak lagi menunggu masing-masing divisi menyerahkan daftar kebutuhan barang atau jasa.
“Kalau kami menunggu akan menjadi panjang prosesnya. Kita juga mau terlibat di depan. Kita akan tahu seperti apa kebutuhan. Kemampuan supply strategi pengadaan dan kompetisi pun akan terjaga,” ungkapnya.
Sementara Kepala Divisi Pengelolaam Rantai Suplai SKK Migas, Eka Bhayu Setta, menekankan bahwa perbaikan dalam proses pengadaan terus dilakukan oleh SKK Migas maupun KKKS.
“Tapi kadang impresi kita dengan penyedia barang jasa beda. Inilah pentingnya saling edukasi, kira-kira apa yang buat nggak nyaman. Jika ada yang komplen, ayo duduk bersama dan diskusi,” ujar Ketua Umum SC&NC Summit 2024 ini.
Tidak hanya menjadi forum diskusi antar stakeholder, SC&NC Summit juga menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pembelajaran dari para praktisi. Dalam kegiatan tahunan ini, perusahaan-perusahaan penunjang industri hulu migas tampil memperkenalkan produknya sambil berupaya meningkatkan hubungan dengan para pemasok dan mitra lainnya.
“Acara ini juga memfasilitasi pertukaran ide inovatif antara semua pihak yang terlibat untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan fungsi supply chain secara keseluruhan. Pemberdayaan kapasitas nasional juga menjadi salah satu fokus utama. Terutama penekanan pada optimalisasi penggunaan produk dalam negeri, termasuk peningkatan kompetensi sumber daya manusia,” ujar Eka.
