PEP Sukowati Field Sukses Turunkan Emisi dan Naikkan Produksi •
Implementasi CCUS, Pertamina lakukan injeksi perdana CO2 di lapangan Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur.
Bojonegoro, – Upaya penurunan emisi gas rumah kaca dan kenaikan produksi dalam operasi hulu migas di Pertamina menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Salah satunnya dicetak Pertamina EP Sukowati Field.
Bagian dari Zona 11 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina ini mencatat rangkaian kesuksesan dalam fase huff and puff, yang merupakan tahap pertama sebelum fase CO2 interwell injection dan CO2 injection full scale. Hasil studi atas implementasi CCUS di lapangan Sukowati menunjukkan respon yang positif dengan tidak terjadi kerusakan ketahanan sumur (well integrity) dan formasi batuan sumur.
“Perkembangan proyek CCUS secara operasi dapat dikatakan sukses tidak hanya penambahan produksi tetapi juga berdampak pada produksi cadangan yang lebih optimal,” ungkap General Manager Zona 11, Zulfikar Akbar, Kamis (15/8).
Menurut Zulfikar, hal ini tentu menjadi hal yang menggembirakan di tengah upaya Pertamina mendukung target produksi yang ditetapkan pemerintah dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan melalui penurunan emisi gas rumah kaca.
Implementasi Injeksi CO2 dengan metode Huff & Puff di lapangan Sukowati ini akan memberikan konfirmasi dan validasi mengenai teknologi EOR secara spesifik, dengan mengkaji efek CO2 EOR dan penyimpanan CO2 dalam formasi bawah permukaan untuk lapangan migas. Hasil kajian ini diharapkan dapat diterapkan di lapangan-lapangan Pertamina lainnya yang sedang aktif melakukan kegiatan studi CO2-EOR, yang tentunya akan mendukung capaian target 1 juta BOPD pada tahun 2030.
“Kami berharap pelaksanaan tahapan CCUS secara keseluruhan yang ditargetkan akan selesai tahun 2033 di lapangan Sukowati bisa berhasil dan dapat menjadi pembelajaran pengembangan CCUS di lapangan lainnya,” ucapnya.
Sebanyak 600 Ton CO2 diinjeksikan ke sumur Sukowati-18 (SKW-18) atau sekitar 9 mmscf selama lima hari. Saat implementasi penuh, CCUS lapangan Sukowati ditargetkan akan menyerap CO2 bersumber dari lapangan Sukowati sendiri dan lapangan Jambaran Tiung Biru.
Capaian CCUS di lapangan Sukowati ini merupakan hasil studi bersama antara Pertamina, Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC) dan Japan Petroleum Exploration Company Limited (JAPEX). Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari Joint Study Agreement para pihak yang ditandatangani pada Juli 2023 lalu.
CCUS merupakan teknologi yang dapat diimplementasikan untuk mencapai target penurunan emisi Gas Rumah Kaca dan menghambat kenaikan suhu bumi. Upaya ini mendukung agenda internasional yang disepakati dalam Paris Agreement To The United Nations Framework Convention On Climate Change (UNFCCC) tahun 2016. Selain itu, terdapat komitmen Indonesia dalam UNFCCC untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 dan pelaksanaan transisi energi dengan mengedepankan aspek keberlanjutan.
Keuntungan dari implementasi teknologi ini adalah dapat menaikkan produksi minyak dengan proses injeksi C02. CCUS di lapangan Sukowati, Bojonegoro, Jawa Timur merupakan upaya Pertamina setelah sebelumnya sukses melakukan penyuntikan perdana CO2 di lapangan Jatibarang, Subang, Jawa barat, yang merupakan bagian dari peta jalan pencapaian NZE Indonesia pada tahun 2060.
