EMBER: Percepatan Energi Terbarukan Hasilkan 96 Ribu Lapangan Kerja •
Laporan terbaru EMBER menyebutkan bahwa percepatan pembangunan kapasitas energi terbarukan akan menciptakan 96 ribu lapangan kerja di daerah penghasil batubara, seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.
Jakarta, – Indonesia berpotensi menciptakan 96 ribu lapangan kerja ketika meningkatkan kapasitas energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil di daerah penghasil batubara. Daerah yang dimaksud adalah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.
Hal tersebut diungkapkan dalam laporan terbaru EMBER berjudul “Indonesia’s Expansion of Clean Power can Spur Growth and Equality.” Laporan ini menganalisis Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2021-2030 dan Rencana Investasi dan Kebijakan Komprehensif (Comprehensive Investment and Policy Plan/CIPP) Just Energy Transition Partnership (JETP).
Laporan tersebut juga menjajaki strategi untuk memasukkan transisi yang adil ke dalam rencana energi di tingkat provinsi.
Mengacu laporan tersebut, konstruksi proyek-proyek energi terbarukan dapat membantu proses transformasi daerah-daerah penghasil batubara seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Ketiga daerah ini terancam kehilangan lapangan pekerjaan akibat penutupan tambang batubara seiring transisi energi global.
“Transisi energi Indonesia dapat menjadi lebih berkeadilan dengan melakukan transformasi pemanfaatan batubara menjadi penggunaan yang berkelanjutan dan berfokus pada proyek energi terbarukan di wilayah-wilayah yang terkena dampak, sehingga dapat menciptakan kesempatan kerja baru, serta meningkatkan kompetensi masyarakat dan daya saing daerah,” kata Analis Senior Kebijakan Ketenagalistrikan Asia Tenggara EMBER, Dinita Setyawati, Kamis (15/8).
Berdasarkan RUPTL terkini, proyek-proyek energi terbarukan dengan total kapasitas mencapai 21 gigawatt (GW) akan ditambahkan hingga tahun 2030. Selain itu, JETP CIPP akan meningkatkan target penambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 36 GW.
Hasil analisis EMBER, pembangunan proyek energi terbarukan 2,7 GW di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan dalam rencana yang sudah ada tersebut dapat menciptakan 50 ribu lapangan kerja dan menarik investasi senilai US$ 4,3 miliar.
Selanjutnya, manfaat yang lebih besar dapat diperoleh dengan membatalkan rencana pembangunan PLTU baru sebesar 2,33 GW di ketiga daerah tersebut, dan menggantinya dengan PLTS dengan total kapasitas 5,8 GW. Langkah ini akan menciptakan 46 ribu lapangan kerja tambahan dan menarik investasi lebih dari dua kali lipat.
Secara total, percepatan energi terbarukan di Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan akan menarik investasi lebih dari US$ 9,4 miliar dan menciptakan 96 ribu lapangan kerja berketerampilan tinggi. Langkah ini juga akan mengurangi emisi sebesar 18 juta ton CO2e di ketiga daerah tersebut, dari saat ini 30 juta ton CO2e yang berasal dari metana tambang batubara dan PLTU.
Temuan lain dalam laporan EMBER yakni Indonesia perlu mempertimbangkan kembali pembangunan PLTU baru, untuk menghindari risiko tinggi aset terlantar (stranded assets). Pasalnya, dengan proyeksi permintaan listrik meningkat 4,7 persen per tahun mengacu data tahun 2023, pembangkitan listrik diperkirakan akan melebihi permintaan sebesar 42 terawatt hour (TWh) pada tahun 2030. Artinya, tanpa PLTU baru pun, Indonesia dapat memenuhi permintaan listriknya pada tahun 2030.
