KAI Setuju Kapasitas Loading Batubara dari TBBE Ditingkatkan •

Proses bongkar kereta batubara di Container Yard milik RMK Energy yang menggunakan gantry crane. Fasilitas ini dapat membongkar 16 trainset batubara per hari.

Jakarta, – PT RMK Energy Tbk (RMKE), melalui anak usahanya PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE), melanjutkan kerja sama jangka panjang dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga tahun 2032. Dalam perjanjian baru ini, TBBE dan KAI sepakat untuk meningkatkan kapasitas loading batubara di stasiun muat Gunung Megang menjadi 4 juta metrik ton (MT) pada tahun 2025, dari sebelumnya 1 juta metrik MT.

Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, mengatakan kerja sama jangka panjang ini mendukung RMKE mencapai target jangka panjang yakni 20 juta MT volume angkutan jasa batubara ke depannya. Selain meningkatkan kapasitas loading batubara TBBE, RMKE juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa tambang potensial di area Sumatera Selatan. Salah satunya, PTBA dan ditargetkan dapat terealisasi tahun 2025 sehingga kapasitas loading TBBE tersebut dapat ditingkatkan utilisasinya.

“Dengan kolaborasi bersama KAI dan beberapa tambang potensial di Sumatera Selatan, kami telah mempersiapkan perencanaan kinerja gemilang yang akan dicapai pada tahun 2025,” kata Vincent dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Senin (26/8).

Selain meningkatkan kapasitas loading, kedua pihak juga menambahkan satu rute baru pengangkutan batubara. Dengan begitu, TBBE dapat mengangkut batubara dari dua rute, yakni Stasiun Gunung Megang menuju Stasiun Simpang dan Stasiun Tanjung Enim Baru (stasiun muat baru) menuju Stasiun Simpang.

Kedua rute tersebut memiliki jarak masing-masing sepanjang 111 km dan 147 km. Pengguna jasa angkutan batubara dengan kereta api ini akan dikenakan tarif pengangkutan yang akan dipengaruhi harga bahan bakar dan Indonesia Coal Price Index (ICI).

Peningkatan kapasitas loading dan rute kereta ini diharapkan akan meningkatkan volume unloading kereta RMKE di Stasiun Simpang dan loading tongkang RMKE di Pelabuhan Keramasan. Stasiun Simpang merupakan stasiun akhir pembongkaran kereta batubara yang terintegrasi dengan Pelabuhan Keramasan, kedua fasilitas logistik batubara ini merupakan aset milik RMKE.

Volume unloading kereta milik RMKE akan meningkat sejalan dengan peningkatan kapasitas loading batubara yang disediakan KAI pada tambang in-house TBBE. Pada tahun 2024, KAI menyediakan kapasitas kereta menuju Stasiun Simpang sebanyak 17 kereta per hari atau setara dengan muatan angkutan sebesar 17 juta MT batubara per tahun.