DBS Indonesia Danai Pengembangan Bisnis Biodiesel Permata •
Finance Director Permata Group, Andrew Luhur (kiri), dan Vice President Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia, Tony Lim (kanan), usai menandatangani perjanjian kerja sama untuk fasilitas trade financing senilai US$ 50 juta antara Bank DBS Indonesia dan Permata Group di Jakarta, Senin (5/8).
Jakarta, – Bank DBS Indonesia menyalurkan fasilitas trade financing senilai US$ 50 juta kepada Permata Group. Ini merupakan bagian dari upaya mempromosikan solusi berkelanjutan demi mendukung transisi energi di Indonesia. Rencananya, dana ini akan digunakan secara khusus untuk memperkuat operasi penjualan biodiesel.
Corporate Banking Director Bank DBS Indonesia, Kunardy Darma Lie, menjelaskan inisiatif ini menekankan komitmen untuk mendukung transisi energi dan mengakselerasi praktik industri rendah karbon. Apalagi, biodiesel telah terbukti bisa mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
“Fasilitas trade financing yang disediakan oleh Bank DBS Indonesia akan memberdayakan Permata Group untuk memperluas produksi biodiesel di refinery yang bersertifikat sesuai dengan RSPO Supply Chain Certification Standard,” ungkap Kurnady usai menandatangani perjanjian kerja sama untuk fasilitas trade financing antara Bank DBS Indonesia dan Permata Group, Senin (5/8).
Menurutnya, pendanaan tersebut sejalan dengan mandat pencampuran biodiesel (mandatory biodiesel blending mandate) yang semakin meningkat dari Pemerintah Indonesia. Aksi korporasi ini juga memainkan peran penting dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan memperkuat keamanan energi di Indonesia.
“Biodiesel adalah salah satu fondasi dari strategi transisi energi Indonesia, yang secara signifikan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Kami bangga bahwa pendanaan kami memainkan peran penting tidak hanya dalam mendukung Permata Group, tetapi juga dalam memajukan agenda keberlanjutan Indonesia,” tegas Kurnady.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa dengan terus meningkatnya kewajiban campuran biodiesel (mandatory), tidak ada waktu yang lebih baik ketimbang sekarang untuk mempertahankan pertumbuhan biodiesel. Sebagai penasihat yang dapat diandalkan dalam pembiayaan keberlanjutan, Bank DBS Indonesia pun berkomitmen untuk membimbing klien dan mitranya menuju investasi yang berpengaruh dan bertanggung jawab.
Sementara Finance Director Permata Group, Andrew Luhur, mengatakan bahwa transisi ke biodiesel memainkan peran besar dalam perjalanan dekarbonisasi sektor energi. Permata Group berharap bisa terus berkontribusi.
“Kami berharap dengan meningkatkan produksi biodiesel kami yang didukung oleh fasilitas dari Bank DBS Indonesia, Permata Group dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan industri biofuel Indonesia untuk mencapai tujuan ambisius ini,” ujar Andrew.
Didirikan pada tahun 1984, Permata Group adalah perusahaan minyak sawit terpadu dengan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan. Sebagai anggota RSPO sejak tahun 2006, Permata Group telah membuat kemajuan berkelanjutan dalam perjalanan keberlanjutan termasuk menerapkan kebijakan No Deforestation, No Peat, and No Exploitation (NDPE) di seluruh rantai pasokan. Dengan lini bisnis utama di seluruh rantai pasokan, Permata Group telah memperluas bisnis biodiesel mereka, sesuai dengan strategi transisi energi Indonesia.
