Ini Cara PGN Tingkatkan Kualitas Sungai Ciliwung •

Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, saat memaparkan Program GerbangBiru Ciliwung dalam kegiatan Festival LIKE 2 (Lingkungan, Iklim, Kehutanan, Energi EBT), yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 8-11 Agustus 2024.

Jakarta, – PT PGN Tbk. terus memperkuat komitmennya dalam melaksanakan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) melalui beragam program yang inovatif dan berkelanjutan. Salah satunya GerbangBiru Ciliwung (Gerakan Membangun Bersih, Indah & Rahayu Sungai Ciliwung), sebuah program untuk mendukung upaya konservasi Sungai Ciliwung.

Program yang dilaksanakan berkolaborasi dengan Yayasan Sahabat Ciliwung ini diperkenalkan dalam kegiatan Festival LIKE 2 (Lingkungan, Iklim, Kehutanan, Energi EBT), akhir pekan lalu. Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) ini digelar dalam rangka road to COP ke-29 UNFCCC 2024.

Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman, menyampaikan bahwa Program GerbangBiru Ciliwung bertujuan untuk mendukung pemulihan dan pengendalian pencemaran air Sungai Ciliwung. Program ini dilaksanakan dengan menggabungkan pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kesejahteraan sosial-ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Gerakan ini menjadikan Sungai Ciliwung sebagai karakter khas dan pusat pembelajaran lingkungan, sosial, ekonomi, dan pendidikan,” jelas Fajriyah.

Lokasi utama pengembangan Program GerbangBiru Ciliwung berada di Kelurahan Pondok Cina dan Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok. Lokasi ini mencakup area dari SMPN 34 Depok hingga Dermaga Perahu Sahabat Ciliwung, dengan panjang total sekitar 3,6 km.

GerbangBiru Ciliwung memiliki tiga pilar. Pertama adalah Gerbang Si Bersih yang fokus pada pengelolaan air limbah terpusat melalui IPAL Komunal, bank sampah, dan pengolahan limbah menjadi biogas. Inisiatif ini bertujuan mengurangi pencemaran air sungai Ciliwung dan menjaga kualitas air agar bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

Pilar kedua adalah Gerbang Si Indah yang mencakup penghijauan, pertanian, dan pengembangan ekonomi berbasis sungai (Blue Eko). PGN mendukung pengaktifan budidaya ikan, pertanian, serta fasilitas edukasi, yang tidak hanya memberikan manfaat ekonomi tetapi juga menanamkan nilai pentingnya pelestarian Sungai Ciliwung.

Dan pilar ketiga yaitu Gerbang Si Rahayu yang mengutamakan konservasi ikan endemik dan keamanan sungai. Dengan kerjasama bersama BPBD/SAR, PGN melatih satgas yang berasal dari masyarakat lokal serta mendukung ekstrakurikuler arung jeram di SMPN 34 Depok.

Menurut Fajriyah, program ini dijadwalkan berlangsung dalam tiga tahap, yakni pengembangan (2024), stabilisasi (2025), dan mandiri (2026). Dalam upaya ini, PGN juga akan membangun Early Warning System untuk bencana banjir, serta ruang terbuka hijau yang dilengkapi dengan fasilitas umum seperti jogging track, amphitheater, dan jalan setapak.

PGN berkomitmen untuk mencapai keseimbangan optimal antara pertumbuhan ekonomi, konservasi lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat, sehingga menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Ke depan, PGN berharap tercipta kolaborasi yang solid antar berbagai pihak, sehingga Program GerbangBiru Ciliwung bukan hanya milik Pertamina, PGN, Kementerian LHK, atau kelompok tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

“Dengan sinergi antara pemerintah, sektor bisnis, dan masyarakat, kami berharap program ini dapat mendukung keberlanjutan lingkungan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian,” paparnya.