Menteri ESDM Resmikan Operasional Prototipe Kapal Dual Fuel PHM •
Menteri ESDM bersama Menteri Perhubungan meresmikan operasional prototipe Kapal Dual Fuel milik Pertamina Hulu Mahakam di pelabuhan Somber Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/8).
Balikpapan, – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dalam mendukung program pemerintah untuk mengurangi emisi dengan mengoperasikan prototype Diesel Dual Fuel (DDF) Crewboat. Pemakaian kapal ini menjadi salah satu bukti nyata partisipasi aktif perusahaan minyak dan gas bumi (migas) yang dapat memberikan manfaat secara signifikan.
Hal ini disampaikan Arifin saat meresmikan operasional prototype DDF crewboat di pelabuhan Somber Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/8). Peresmian tersebut dilakukan bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, didampingi Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi, Direktur Utama Pertamina Hulu Indonesia Sunaryanto, serta General Manager PHM Setyo Sapto Edi.
“Peresmian prototype DDF crewboat ini merupakan salah satu bukti nyata partisipasi aktif perusahaan migas Indonesia yang dapat memberikan manfaat secara signifikan bagi PHM dan masyarakat secara umum,” ujarnya.
DDF crewboat adalah kapal dengan mesin diesel yang dimodifikasi sehingga mesin tersebut bisa berjalan dengan campuran bahan bakar diesel dan LNG. Teknologi ini tidak sepenuhnya menghilangkan penggunaan bahan bakar diesel, tapi akan mengurangi pemanfaatan diesel. Tabung LNG akan diletakkan pada kompartemen tangki bahan bakar.
Dari hasil studi PHM, potensi optimasi dari pemanfaatan DDF tersebut akan mengurangi penggunaan bahan bakar diesel sekitar 6.050 Kiloliter per tahun untuk 10 crewboat yang beroperasi di offshore wilayah kerja Mahakam, dan berpotensi mengurangi biaya operasional sebesar US$ 4,1 juta per tahun.
Arifin berharap inisiatif modifikasi kapal DDF ini bisa segera diterapkan di kapal-kapal lainnya, karena memiliki tingkat efisiensi yang sangat besar. Apalagi, kapal DDF ini rencananya akan diuji coba selama setahun, kemudian bisa ekspansi ke kapal-kapal yang lain.
“Nanti dari hasil ini akan kita kaji hal-hal apa yang memang bisa membuat inisiatif dan motivasi dari pengusaha-pengusaha kapal. Kalau memang mempunyai nilai keekonomian dan investasi yang baik, mereka bisa melakukan investasi lagi untuk melakukan modifikasi,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan juga mengapresiasi upaya yang dilakukan PHM dengan kapal DDF. Hal itu merupakan salah satu wujud nyata Indonesia menjalankan rekomendasi IMO untuk melakukan adaptasi terhadap perubahan iklim dengan mengurangi emisi dari transportasi laut.
“Dengan melakukan berbagai upaya, di antaranya green shipping, ini sejalan dengan apa yang diinisiasi oleh IMO dan kita harus dukung serta kita harus melakukan mitigasi kewajiban penggunaan bahan bakar rendah sulfur,” ungkapnya.
