Pengendalian Malaria Sukses, bp Dapat Penghargaan dari Pemda Teluk Bintuni •

Bupati Teluk Bintuni menyerahkan secara langsung penghargaan kepada bp untuk Program Pengendalian Malaria di Kabupaten Teluk Bintuni.

Jakarta, – Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, memberikan penghargaan kepada bp Indonesia karena selama 20 tahun terakhir mendukung dan bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam program pengendalian malaria.

Penghargaan kepada operator Tangguh LNG ini diserahkan secara langsung oleh Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw. Penyerahan sertifikat penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian upacara Hari Kemerdekaan RI ke-79 yang di gelar lapangan Argosigemerai, Bintuni, Sabtu (17/8).

Sertifikat penghargaan tersebut diterima oleh perwakilan bp Indonesia, Sigit Wahyudi, dari kantor perwakilan bp Bintuni.

Sebagai salah satu wujud keberhasilan nyata kerjasama program malaria tersebut, Pemda Teluk Bintuni juga memberikan sertifikat “Kampung Bebas Malaria” kepada 119 kampung di kabupaten. Ini menjadi bukti bahwa tidak ada kasus malaria yang ditularkan secara setempat di kampung tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

Selain sertifikat penghargaan kepada bp, juga di berikan sertifikat terhadap dua staf dari Tangguh Public Health, yaitu Asep Setiabudi dan Muhammad Almahdi, atas dedikasinya selama 20 tahun terlibat aktif dalam program pengendalian malaria di Kabupaten Teluk Bintuni.

Program Pengendalian Malaria merupakan salah satu bentuk komitmen bp, dengan dukungan penuh SKK Migas, dalam bidang kesehatan melalui program Tangguh Public Health kepada pemerintah kabupaten Teluk Bintuni melalui Dinas Kesehatan. Salah satu bentuk intervensi program malaria yang dikembangkan melalui dukungan bp adalah Program EDAT (Early Diagnosis and Treatment).

Program ini dikembangkan sebagai tanggapan atas tingginya kejadian (incidence) penyakit malaria dan keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan di Teluk Bintuni, di mana penyakit ini merupakan masalah kesehatan utama di Kabupaten Teluk Bintuni pada saat itu.

Pendekatan EDAT dalam program pengendalian malaria di kabupaten Teluk Bintuni berhasil mengurangi incidence dan angka kesakitan malaria di masyarakat Teluk Bintuni. Selain di Indonesia, program EDAT juga telah diakui secara internasional dan mendapatkan penghargaan Inovasi Kategori Pelayanan Publik Terbaik dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di ajang United Nations Public Service Award pada tahun 2018 di Maroko.