Pertagas Salurkan Gas ke Dua Kawasan Industri di Jawa Tengah •
ORF Tambakrejo di Semarang, Jawa Tengah.
Jakarta, – PT Pertamina Gas (Pertagas) berkomitmen untuk terus menjalankan standar operasi yang ada untuk menjaga kehandalan penyaluran gas melalui pipa Cirebon-Semarang (Cisem) tahap I. Hal ini disampaikan menyusul mulai mengalirnya gas dari ruas pipa Cisem tahap I ke dua kawasan industri di Jawa Tengah, yakni Kawasan Industri Terpadu Batang dan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.
“Pertamina Gas, selaku operator dalam pengoperasian pipa gas Cisem tahap I, sudah menjalankan standar operasi yang ada untuk terus menjaga kehandalan penyaluran gas kepada end user,” ujar Direktur Teknik dan Operasi Pertagas, Indra P. Sembiring, Selasa (6/8).
Pasokan gas ke Kawasan Industri Terpadu Batang mulai mengalir, Jum’at (26/7). Gas dipasokan dari ORF Tambakrejo Semarang melalui pipa Cisem I ke kawasan industri tersebut.
Pipa Cisem Tahap I merupakan jalur pipa transmisi 20 inci yang membentang dari Semarang hingga Batang sepanjang kurang lebih 60 km. Jaringan pipa ini dibangun oleh Kementerian ESDM melalui Ditjen Migas dan dioperasikan oleh Pertagas.
Gas bumi yang mengalir di pipa Cisem tahap I berasal dari lapangan gas Jambaran Tiung Biru yang kemudian dikelola tekanan dan pembagiannya oleh Pertagas sebagai Operation and Maintenance (O&M) ORF Tambak Rejo, lalu disalurkan menuju konsumen, seperti kawasan-kawasan industri di Jawa Tengah.
Selain ke kawasan industri, gas dari pipa Cisem dialirkan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Tambak Lorok yang dikelola PLN Indonesia Power, serta industri komersial dan rumah tangga di Semarang dan Demak.
Indra mengatakan Pertagas akan terus mendukung dan mengambil peran dalam integrasi pipa transmisi Sumatera-Jawa. Karena jika pipa-pipa tersebut sudah dapat tersambung, maka penyaluran gas bumi akan dapat terkoneksi dari wilayah Jawa Timur ke Jawa Barat. Dengan demikian surplus pasokan gas bumi di Jawa Timur dapat memenuhi defisit kebutuhan gas di Jawa Barat.
