Polres Karawang Ungkap Oknum Pengoplos LPG •
Tumpukan tabung LPG 3 kg maupun LPG NPSO sebagai barang bukti dalam proses penyelidikan usai Polres Karawang mengungkap oknum pengoplos.
Jakarta, – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat mengapresiasi Polres Karawang yang telah berhasil mengungkap oknum pengoplos LPG di Kabupaten Karawang. Sampai saat ini, Pertamina terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk rincian terkait jumlah tabung, baik LPG 3 kg maupun LPG NPSO.
Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, menyampaikan Pertamina berterima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap oknum pengoplos LPG di Kabupaten Karawang. Mengingat pengoplosan gas LPG merupakan tindak pidana yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat, serta proses pemindahan dan pengisian yang berbahaya karena tidak sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
“Pertamina akan bertindak tegas dan tidak mentolerir apabila ada lembaga penyalur yang terbukti melanggar sesuai tingkat kesalahannya sampai dengan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” ujar Eko, Rabu (26/7).
Dia menjelaskan, Polres Karawang berhasil mengungkap oknum pengoplos LPG di Dusun Babakan Cedong, RT 04/RW 01, Desa Parungsari, Kec.Telukjambe Barat, Kab. Karawang, Senin (24/7). Sampai saat ini Pertamina terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, untuk rincian terkait jumlah tabung baik LPG 3 kg maupun LPG NPSO sebagai barang bukti masih dalam proses penyelidikan.
Pertamina pun menghimbau kepada masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan resmi Pertamina karena sesuai dengan harga yang ditetapkan serta mendapatkan LPG yang terjamin kualitasnya.
“Jika masyarakat menemukan atau mencurigai adanya praktik kecurangan di lapangan, dapat melaporkan kepada pihak yang berwajib dan aparat yang berwenang di lokasi setempat atau bisa juga melaporkan ke Call Center 135,” ujar Eko.
Ketersediaan LPG 3 Kg Aman
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menyampaikan bahwa konsumsi LPG, khususnya LPG Subsidi 3 kg, saat ini memang mengalami peningkatan. Meski begitu, Pertamina terus berkomitmen untuk menjaga pasokan agar tetap aman.
“Bulan Juli ini memang ada peningkatan konsumsi sebesar 2 persen sebagai dampak dari adanya libur panjang beberapa waktu lalu. Kita sedang melakukan recovery dari penyediaan distribusinya untuk mempercepat. Namun demikian ketersediaan LPG 3 kg ini terus dipastikan aman dan mudah-mudahan dalam satu minggu ke depan bisa berangsur normal,” ungkap Nicke di sela-sela acara pembukaan IPA Convention & Exhibition ke-47 (IPA Convex) 2023 di ICE BSD, Selasa (25/7).
Demi menjaga stok LPG, Pertamina melalui Subholding Commercial & Trading Pertamina Patra Niaga melakukan pemantauan penyaluran LPG dan turut bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk memastikan ketersediaan pasokan serta penyaluran LPG 3 kg bersubsidi tepat sasaran.
“Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan operasi pasar. Kita bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi di mana lokasi-lokasi yang harus kita buka operasi pasar. Upaya itu agar pengelolaan stok LPG efektif langsung ke masyarakat,” jelasnya.
