RMKE Akuisisi 3 Tambang di Jambi Senilai US$ 80 Juta •

Lokasi tambang batubara milik ARRI di Sumatera Selatan.

Jakarta, – PT RMK Energy Tbk (RMKE) mengakuisisi tiga tambang di Jambi melalui pembelian saham yang dilakukan PT Nusantara Bara Tambang (NBT), anak usaha yang dimiliki secara tidak langsung dengan kepemilikan saham 55 persen. Akuisi saham ini dilakukan dengan nilai transaksi US$ 80 juta (setara Rp 1,3 triliun).

Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, mengatakan transaksi akuisisi tiga tambang ini merupakan salah satu bentuk implementasi strategi RMKE untuk mendiversifikasi area geografis operasionalnya dengan melihat peluang di luar Sumatera Selatan. Perusahaan ini melihat Jambi memiliki peluang besar untuk dioptimalkan produksi batubaranya dengan pembangunan infrastruktur yang lebih terintegrasi.

“Sama halnya dengan kendala di Sumatera Selatan, RMKE hadir sebagai solusi logistik batubara dengan fasilitas yang lebih terintegrasi untuk mengoptimalkan volume produksi. Berbekal pengalamannya di area Sumatera Selatan, kami yakin dapat mengoptimalkan potensi batubara di Jambi dan berkontribusi pada kinerja operasional dan keuangan RMKE ke depannya,” kata Vincent, Kamis (18/7).

Transaksi ini dilakukan pada 16 Juli 2024 lalu, ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli saham oleh Nusantara Energy Limited (NEL) dan Nusantara (Luxembourg) SARL (NS) selaku penjual Bersama, dengan NBT selaku pembeli. NBT mengakuisisi seluruh saham NEL dan NS pada PT Artha Nusantara Mining (ANM) dan PT Artha Nusantara Resources (ANR) dengan nilai transaksi sebesar US$ 80 juta (setara Rp 1,3 triliun).

ANM dan ANR memiliki tiga anak usaha tambang PT Sinar Anugerah Sukses (SAS), PT Anugerah Jambi Coalindo (AJC) dan PT Bakti Sarolangun Sejahtera (BSS). Ketiga tambang ini berlokasi di Jambi dan memiliki resources 537,7 juta ton batubara dengan proven reserves sekitar 180 juta ton batubara pada stripping ratio 3:1. Ketiga tambang tersebut secara total telah memproduksi batubara sebesar 700 ribu MT batubara pada tahun lalu.

Bersama dengan grup usahanya, RMKE akan membangun beberapa fasilitas logistik yang terintegrasi seperti di area operasionalnya di Sumatera Selatan. Ketiga tambang tersebut akan terintegrasi dengan hauling road sepanjang 109 km, stockpiles, loading conveyor, hingga pelabuhan (jetty).

Direktur Operasional RMKE, William Saputra, mengatakan transaksi akuisisi tiga tambang ini akan mendukung RMKE meningkatkan produksi batubara in-house hingga 2,2 juta MT, naik 1,2 juta MT dari tahun lalu. Dengan produksi batubara in-house yang meningkat, RMKE optimistis dapat menjual batubara sebesar 3,3 juta MT di tahun ini.

“Dengan operasional di Sumatera Selatan yang telah membaik signifikan dan potensi revenue generator baru yang berasal dari ekspansi usaha RMKE di Jambi, kami sangat optimistis menjaga pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan yang berkelanjutan, tidak hanya RMKE saja namun juga RMK Grup Indonesia,” ujar William.