Solusi Limbah Tambang: Pemulihan Tailing Chrome Dilakukan dengan Benar


(1) Risiko Lingkungan Hidup

Jika limbah tambang tidak dibuang dengan benar, penelitian menunjukkan bahwa 1 ton tailing kromium dapat mencemari 5.000 meter kubik air, menyebabkan kontaminasi logam berat pada tanah di sekitarnya dan melampaui standar kualitas air minum, sehingga berdampak serius pada pertumbuhan tanaman dan kesehatan manusia. Namun, daur ulang tailing krom adalah solusi paling mendasar terhadap toksisitas tailing kromium. Dengan mengekstraksi kromium yang berharga dan memadatkan sisa zat beracun, bahaya lingkungan dapat dihilangkan dari sumbernya.

(2) Nilai Ekonomi

Pada tahun 2026, harga pasar rata-rata ferrokrom karbon tinggi tetap berada pada level tinggi yaitu sekitar US$300/ton, dan margin keuntungan untuk daur ulang logam kromium stabil. Tailing mengandung rata-rata 7-12% kromium yang dapat didaur ulang, dan pendapatan produknya saja dapat menutupi biaya pembuangan. Periode pengembalian investasi untuk proyek umumnya dalam waktu 1-2 tahun, dengan tingkat pengembalian yang cukup besar. Bagi perusahaan berbasis sumber daya, daur ulang tailing tidak hanya dapat menciptakan titik pertumbuhan keuntungan baru namun juga meningkatkan citra perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.

(3) Tekanan Regulasi

Pada tahun 2026, peraturan limbah pertambangan global akan diperbarui dengan lebih cepat. Undang-undang UE terbaru menetapkan indikator yang jelas untuk pemanfaatan tailing kromium secara komprehensif. Oleh karena itu, produk yang tidak patuh akan dilarang di pasar UE. Sementara itu, peraturan pengelolaan limbah berbahaya yang baru direvisi di Tiongkok juga telah menaikkan tingkat peraturan penyimpanan tailing kromium, dan pelanggarnya akan dikenakan denda hingga 2 juta yuan. Akibatnya, tekanan kepatuhan internasional ini memaksa perusahaan untuk mempercepat penerapan solusi pemulihan tailing krom yang proaktif.