Sumenep Siapkan Karpet Merah untuk Investor Migas •

Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi.

Jakarta, – Pemerintah Kabupaten Sumenep menyatakan kesiapannya menerima lebih banyak investor guna mengoptimalkan potensi dan cadangan minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Madura khususnya di Sumenep, Jawa Timur. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep bakal memberikan pendampingan dan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan investasinya.

Menurut Bupati Sumenep, Ahmad Fauzi, saat ini ada tiga Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas yang beroperasi di Kabupaten Sumenep, yaitu PT Kangean Energy Indonesia (KEI), PT Santos Madura Offshore Pty Ltd dan Husky-CNOOC Madura Ltd (HCML). Semakin banyak KKKS yang beroperasi, diharapkan bisa memberikan efek positif bagi kemajuan sumber daya manusia (SDM), ekonomi atau kesejahteraan masyarakat.

“Pemerintah daerah di Madura khususnya Kabupaten Sumenep siap memberikan karpet merah untuk perusahaan yang ingin eksplorasi, karena bicara soal migas adalah berbicara untuk kebutuhan energi nasional,” ujar Ahmad Fauzi dalam webinar bertema “Optimalisasi Potensi Migas Jawa Timur dan Madura Demi Perkuat Energi Nasional dan Kesejahteraan Masyarakat” yang dilaksanakan oleh Komunitas Media Energi (KME), Rabu (8/11).

Meski begitu, Bupati Sumenep meminta agar para KKKS yang ada untuk tidak selalu berpikir keuntungan semata dalam melakukan eksplorasi migas. Dia pun berharap agar para KKKS berkomitmen untuk fokus dalam pengembangan ekonomi dan sosial pada masyarakat setempat.

“Kami minta agar perusahaan KKKS juga ada komitmen dan patuh terhadap ketentuan yang ada. Tapi ada yang terpenting bahwa setiap menjalankan bisnis jangan hanya profit oriented, tapi juga perlu melihat social oriented,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Head External Relation & Communication PT PGN Saka, Andri Simbolon, mengapresiasi upaya keras dari Pemkab Sumenep yang kian mempermudah masuknya investor di sektor hulu migas. Dia pun berharap agar komitmen untuk mempermudah iklim investasi di hulu migas yang dijalankan oleh Pemkab Sumenep bisa diduplikasi di wilayah lain demi terpenuhinya kebutuhan migas nasional.

Terkait dengan pelaksanaan kegiatan CSR oleh PGN Saka, Andri menyebutkan belum lama ini telah dilakukan pemulihan ekosistem mangrove di pesisir Ujungpangkah, Gresik, Jawa Timur. Dengan program ini, PGN Saka mampu mendorong masyarakat di pesisir tersebut mandiri secara ekonomi karena mampu mengubah kawasan manggrove menjadi ekowisata.

“Kegiatan ini awalnya untuk menanggulangi abrasi yang kami lakukan dengan kerja sama kelompok nelayan. Kita bisa mengubah kawasan yang tidak terawat kini menjadi tempat ekowisata sehingga kita bisa menciptakan benefit income bagi masyarakat di sana,” ungkap Andri.