Panas Bumi Diandalkan Dukung Ketahanan Energi Nasional •
PT Geo Dipa Energi mengoperasikan PLTP Patuha berkapasitas 60 MW di Bandung, Jawa Barat.
Bandung, – PT Geo Dipa Energi (Persero) menegaskan bahwa energi panas bumi (geothermal) merupakan sumber energi yang dapat diandalkan untuk mendukung ketahanan energi di Indonesia. Pasalnya, pembangkit tenaga listrik panas bumi (PLTP) bisa dijadikan base load, karena mampu beroperasi selama 24 jam dan tidak terpengaruh kondisi.
Direktur Operasi dan HSSE GeoDipa, Supriadinata Marza, pengembangan energi panas bumi sebagai salah satu sumber energi terbarukan menjadi sangat penting dalam menjamin ketahanan dan keamanan energi nasional. Panas bumi juga bisa menjadi base load, karena bisa beroperasi selama 24 jam dan tidak terpengaruh kondisi.
“Untuk mendukung dan menjamin ketahanan energi, panas bumi dapat diandalkan. Bicara ketahanan energi, mandiri energi, ya geothermal. Karena tidak ada lagi biaya untuk transportasi seperti batubara, tidak ada lagi ketergantungan terhadap harga jual komoditas seperti batubara dan migas,” ungkap Supriadinata dalam kegiatan Media Visit di PLTP Patuha, Sabtu (15/7).
Dia menjelaskan bahwa GeoDipa sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia memiliki tugas untuk melakukan pengembangan PLTP di Dieng dan Patuha serta wilayah kerja penugasan lainnya. Di samping itu, GeoDipa juga memiliki tugas untuk mempercepat pertumbuhan pemanfaatan panas bumi di Indonesia.
“Kami sebagai SMV, diharapkan mampu mengurangi resiko pengusahaan di sektor hulu panas bumi yang selama ini menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pengembang atau badan usaha dalam melakukan pembangunan PLTP melalui derisking dan debottlenecking,” ujar Supriadinata yang akrab disapa Rio tersebut .
GeoDipa mengoperasikan PLTP di Dieng dan Patuha untuk unit 1 dengan masing-masing berkapasitas 60 MW installed capacity. Saat ini, GeoDipa sedang melakukan pengembangan untuk unit 2 di Dieng dan Patuha dengan kapasitas masing-masing 60 MW.
Selain itu, GeoDipa juga mendapat penugasan dari pemerintah untuk melakukan pengusahaan panas bumi di WKP Candi Umbul Telomoyo dengan potensi sebesar 54 MW dan WKP Arjuno Welirang dengan potensi sebesar 230 MW.
Dalam kesempatan yang sama, General Manager GeoDipa Unit Patuha, Ilen Kardani, menjelaskan bahwa produksi listrik yang dihasilkan oleh PLTP lebih stabil.
Hal ini dikarenakan PLTP tidak terkendala dengan intermitensi. Bahkan, panas bumi juga dapat beroperasi secara berkelanjutan serta mendukung pencapaian target Net Zero Emission.
