Chile Targetkan Perizinan Lebih Cepat untuk Memajukan Proyek Pertambangan senilai US$100 Miliar


Sumber gambar:

Pemerintah Chile sedang berupaya untuk mempercepat salah satu jalur investasi pertambangan terbesar dalam sejarahnya, dengan proyek-proyek bernilai lebih dari US$100 miliar yang saat ini menunggu persetujuan melalui berbagai tahap evaluasi.

Menteri Perekonomian dan Pertambangan Daniel Mas Valdés memimpin upaya ini, dengan fokus pada perizinan yang lebih cepat dan peraturan yang lebih jelas bagi investor. Pertambangan masih menjadi pusat perekonomian negara ini, menyumbang sekitar 59% dari total ekspor, dan meningkatnya permintaan global terhadap tembaga dan litium dapat memberikan peluang besar.

Banyak proyek yang sedang direncanakan sudah berjalan dengan baik namun masih terikat dengan proses regulasi. Tanpa persetujuan yang lebih cepat, Chile berisiko tertinggal dibandingkan yurisdiksi pertambangan lain yang bersaing untuk mendapatkan modal yang sama.

Mengizinkan Reformasi Menjadi Prioritas

Bagian penting dari strategi ini adalah peluncuran Undang-Undang Kerangka Otorisasi Sektoral, yang dikenal sebagai Undang-undang MAS. Reformasi tersebut bertujuan untuk menyederhanakan pengurusan izin dengan mengganti izin tertentu dengan deklarasi dan pemberitahuan.

Tahap pertama diharapkan dapat menyederhanakan sekitar 200 prosedur dan mengurangi waktu perizinan sekitar 30%, dengan tetap menjaga standar lingkungan.

Keterlambatan dalam sistem telah menjadi kekhawatiran sejak lama. Proyek-proyek yang menjanjikan lapangan kerja dan investasi yang signifikan sering kali menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam proses perizinan dan peraturan. Sasarannya sekarang adalah menyederhanakan proses tersebut, mengurangi penundaan, dan memberikan respons yang lebih cepat.

Sinyal Investasi Mulai Bergeser

Ada tanda-tanda awal peningkatan aktivitas. Pada minggu-minggu pertama pemerintahan baru yang dipimpin oleh Presiden José Antonio Kast, yang mulai menjabat bulan lalu, proyek pertambangan senilai lebih dari US$17 miliar telah memasuki sistem tinjauan lingkungan hidup Chile.

Hal ini menunjukkan bahwa sentimen investor membaik setelah periode kehati-hatian. Keyakinan sangat erat kaitannya dengan kepastian peraturan, terutama untuk proyek berskala besar yang memerlukan komitmen jangka panjang.

Tantangan berikutnya adalah menjaga proyek-proyek ini tetap berjalan pada jalurnya melalui proses persetujuan dan konstruksi.

Tekanan Struktural pada Produksi

Pada saat yang sama, sektor pertambangan Chile menghadapi tantangan struktural yang terus berlanjut. Kadar bijih pada deposit yang ada telah menurun, sehingga meningkatkan biaya dan menurunkan produktivitas. Banyak operasi juga beralih dari penambangan terbuka ke penambangan bawah tanah, sehingga meningkatkan tuntutan teknis.

Produksi tembaga sebagian besar tetap stabil dalam beberapa tahun terakhir, yaitu sekitar 5,4 juta ton per tahun. Peningkatan output akan bergantung pada perluasan operasi yang ada dan kemajuan proyek-proyek baru yang menunggu persetujuan.

Ada juga kekhawatiran mengenai terbatasnya kapasitas peleburan dan pemurnian dalam negeri, yang berdampak pada jumlah nilai yang dipertahankan di dalam negeri.

Teknologi dan Potensi Sumber Daya Baru

Pertumbuhan di masa depan diperkirakan sebagian bergantung pada teknologi. Perusahaan pertambangan semakin banyak berinvestasi dalam penggunaan air dan energi yang lebih efisien, termasuk desalinasi dan energi terbarukan, untuk mendukung operasi di wilayah kering.

Kementerian Pertambangan juga menjadikan peningkatan valorisasi tailing dan mineral sekunder sebagai prioritas. Bahan-bahan ini sebelumnya hanya memiliki sedikit atau tidak ada nilai ekonomisnya, namun kemajuan dalam pengolahan membuat bahan-bahan tersebut lebih layak digunakan.

Memperluas eksplorasi adalah prioritas lainnya, dengan fokus pada penemuan deposit baru dengan kadar lebih tinggi untuk mengimbangi penurunan di tambang yang ada.

Alur Proyek Tergantung pada Persetujuan

Chile terus memperoleh manfaat dari sumber daya geologi yang kuat, infrastruktur yang mapan, dan tenaga kerja terampil. Faktor-faktor ini telah lama mendukung posisinya sebagai negara pertambangan terkemuka.

Dengan investasi pertambangan senilai lebih dari US$100 miliar yang sedang dievaluasi, kecepatan perizinan dan persetujuan peraturan akan menentukan berapa banyak proyek yang pada akhirnya akan dilanjutkan.