Komisi VI Optimis Smelter Manyar Freeport Majukan Ekonomi Jatim 

Gresik, TAMBANG –  Komisi VI DPR RI turut mengapresiasi perkembangan proyek pemurnian tembaga milik PT Freeport Indonesia saat kunjungan kerja ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur. Dengan adanya smelter ini, ekonomi masyarakat sekitar diprediksi akan terus terdongkrak.

“Keberadaan smelter akan menarik investor baru, terutama di sektor hilir yang memanfaatkan katoda tembaga, yang mendukung kemajuan Gresik dan Jawa Timur semakin kuat,” ungkap Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Sarmuji dalam keterangan yang diterima tambang.co.id, Minggu (26/2).

Sarmuji juga optimis kalau smelter Manyar ini akan selesai tepat waktu dan bisa beroperasi sesuai target yang ditetapkan.

“Setelah melihat proyek smelter tadi, kita diyakinkan bahwa pengerjaan smelter akan selesai tepat waktu, meski sempat ada penundaaan karena pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Saat ini, pembangunan smelter Manyar telah mencapai 54,5 persen atau lebih cepat dari target sebesar 52,9 persen yang telah pemerintah setujui. Sesuai rencana, PTFI akan menyelesaikan konstruksi smelter tembaga dengan desain single-line terbesar di dunia ini pada akhir Desember 2023 dan memulai kegiatan operasionalnya pada akhir Mei 2024 hingga mencapai operasi penuh pada akhir Desember 2024.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kemajuan pembangunan smelter Manyar tidak terlepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan perusahaan. Termasuk DPR RI sebagai mitra strategis yang selalu memberi masukan dan pengawasan terhadap kemajuan pembangunan smelter Manyar.

“Masyarakat dan para pelaku usaha lokal senantiasa menjadi pemangku kepentingan yang kami rangkul untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional pembangunan smelter sehingga dapat memberi manfaat optimal bagi Jawa Timur,” jelas Tony.

Dalam pembangunan smelter Manyar, PTFI memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal Jawa Timur, khususnya masyarakat Gresik. Selain itu, PTFI juga memprioritaskan pemanfaatan potensi daerah untuk memenuhi berbagai kebutuhan operasional pembangunan smelter, termasuk konsumsi, transportasi, dan seragam karyawan, hingga office supply.

“Lebih lanjut, PTFI telah menanamkan investasi hingga 1,78 miliar dolar Amerika Serikat atau setara 27 triliun rupiah dari total tiga miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan 45 triliun rupiah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, PT Freeport Indonesia (PTFI) menerima kunjungan kerja Komisi VI DPR RI di area proyek pembangunan smelter Manyar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur, pada hari Jumat (24/2). Agenda kunjungan kerja dilakukan untuk meninjau kemajuan pembangunan smelter Manyar sebagai salah proyek strategis pengembangan industri hilir nasional.