Tanam 10 Ribu Bibit, HCML Ingatkan Pentingnya Manfaat Mangrove •

Dalam rangka menyambut perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, HCML menggelar kegiatan penanaman mangrove dan mengunjungi area pembibitan mangrove di Pantai Kundang Wetan, Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (28/10).

Surabaya, – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) terus berupaya ikut menyadarkan semua pihak tentang betapa pentingnya manfaat pohon bakau (mangrove). Pasalnya, satu batang pohon mangrove secara perhitungan empirik dapat menyerap sekitar 0,397 kilogram CO2 per hari.

Hal ini menjadi salah satu ikhtiar bagi HCML untuk ikut merawat dan menjaga konservasi alam, yang telah dijalani selama tujuh tahun terakhir. Dalam perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini, HCML menggelar kegiatan penanaman mangrove dan mengunjungi area pembibitan mangrove di Pantai Kundang Wetan, Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (28/10).

Dalam beberapa tahun terakhir, HCML telah melakukan kegiatan penanaman pohon seperti ini. Tahun 2020, HCML menanam 16.500 mangrove di Desa Semare, Pasuruan, untuk merayakan Hari Lingkungan Hidup dengan tema “Time for Nature”. Tahun berikutnya, di Pulau Mandangin dan Desa Semare, dengan  tema “Ecosystem Restoration”, HCML menanam 17.500 mangrove di Semare dan melakukan transplantasi terumbu karang di  Perairan sekitar Pulau Mandangin. Tahun lalu, dengan tema “Only One Earth”, HCML menanam 100 mangrove di Sumenep dan meneruskan program transplantasi karang di perairan sekitar Pulau Mandangin.

“Tahun ini, sebagai bagian dari program Perusahaan untuk Kampanye Kesadaran Lingkungan, kami menanam 10 ribu mangrove atau bakau dan mengunjungi area pembibitan di Pantai Kundang Wetan, Sumenep, sekaligus melakukan kegiatan pembibitan mangrove sejumlah 10 ribu bibit,” ungkap General Manager HCML, Kang An, di sela-sela kegiatan penanaman mangrove.

Kang An menjelaskan, penanaman mangrove kali ini dilakukan dengan metode guludan. Guludan adalah salah satu metode penanaman mangrove yang ditanam pada kondisi permukaan air laut sedang pasang. Selain di kawasan mangrove, metode ini juga dapat dipakai di kawasan berawa seperti hutan gambut dan hutan rawa.

HCML ingin menyadarkan semua pihak tentang betapa pentingnya manfaat pohon bakau. Satu batang pohon bakau, secara perhitungan empirik, dapat menyerap sekitar 0,397 kilogram CO2 per hari.

“Sejak tahun 2017 hingga fase pertama tahun 2023 ini, sudah 69.900 batang pohon bakau atau mangrove yang kami tanam. Sejak tahun 2017 sampai 2023, sudah ada 10273,76 ton CO2 yang berhasil direduksi,” jelasnya.

Hingga tahun 2025 mendatang, HCML berencana melanjutkan program biodiveristas, termasuk penanaman pohon bakau dan program transplantasi terumbu karang, termasuk penguatan kelembagaan area setempat. Program ini diharapkan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan alam.

“Kami berharap semua program yang dilaksanakan HCML bisa benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan alam,” kata Kang An.